Sore-sore gua ke rumah temen, disuguhi donut J-Co.
"Makan ya. Makan ya," katanya, "Kalo nggak makan, bukan temen gua lagi Loe."
Luar biasa... Gua geleng-geleng kepala. Arti sebuah teman bisa hancur gara-gara donut J-Co?
Sebegitu berartikah donut J-Co sehingga bisa mengubah segalanya di dunia ini?
Dalam hati gua berpikir:
Senin gua ada ulangan. Gimana gua makan donut J-Co? Gigi gua kan bolong. Masa Iya-iya dong?
Loh, koq jadi nggak nyambung? Balik lagi ke square one.
Lalu karena tidak enak menolak gua pun mau nggak mau harus memakan donut J-CO tersebut. Rasanya? Kebetulan NGGAK SUKA! Dalamnya ada cairan-cairan nggak jelas dari Mars. Well... gua makan sedikit-sedikit aja. Masak dimuntahin? Ke rumah orang cuma buat digampar...
O iya, btw, dulu waktu masih nempel sama manta gua, gua demen banget beliin dia Cappucino di J-Co (kalo nggak, donut di J-Co) walaupun keadaan dompet gua lagi kanker. Akhirnya tak disangka....
Duit gua ga ada artinya buat dia!
Eh, nggak gua sangka pas gua ke rumah temen gua yang nyuguhin gua J-Co, temen gua ternyata beliin donut J-Co buat cewenya juga.
Gua jadi inget masa lalu gua.
Dan temen gua cuma berkata: "DL" (Derita - Loe)
Gua bilang ke dia, "J-Co tuh, bisa bikin loe nangis darah terkadang. Contohnya kayak gua." Jujur aja gua nggak suka cappucino di J-Co.
Manis. Manis. Manis. Brrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.....................
Jadi pengen nangis....
Padahal gua lebih suka yang di Excelso. Lebih PW gitu. Tempatnya lebih enak, dan gua lebih puas lahir dan batin. (Loh? koq kayak lebaran amat?)
0 komentar:
Posting Komentar